Breaking News

Tidak Diijinkan ASN Jadi Panwas, Bawaslu & Bupati: Prioritas Penganggur



CahayaManado, MITRA - Drs Jesaya Joke Legi Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) meminta Panwas untuk memorioritaskan Penganggur dalam perekrutan Panwas.

"Ini sudah disampaikan bupati yakni memprioritaskan pengangguran yang tidak ada pekerjaan. ASN boleh saja namun mereka tidak bisa bekerja penuh waktu di Panwas. Tidak akan maksimal makanya diminta prioritaskan Penganggur," ungkapnya di Green Garden baru-baru ini.

Sementara Komisioner Bawaslu Mitra Dolly Van Gobel menyatakan sudah berkordinasi dengan bupati.
"Bupati sudah bilang prioritaskan yang tidak punya pekerjaan," katanya.

Menurut Gobel diwaktu Bawaslu konsultasi dengan bupati terkait ASN yang akan jadi Panwas tidak diijinkan.

"Sudah dijelaskan secara lisan baik Bawaslu provinsi maupun kabupaten terkait ASN beliau (bupati,red) tidak mengijinkan. tapi nanti kami akan konsultasikan sebelum tanggal 12 Desember kalau dia PNS paling tidak ada surat dari Sekda. Kemarin sudah ada kepsek beri ijin. Untuk PNS ijin dari atasan atasan itu siapa nanti akan konsutasi," jelasnya.

Menurut Gobel alasan bupati mempertanyakan kapasitas mereka nanti bekerja penuh waktu dan juga jika terjadi pelanggaran.

"Bupati menyampaikan kepada kami, apakah PNS akan bekerja sepenuh waktu? Bupati juga mempertanyakan pelanggaran dari PNS misalnya kemudian PNS juga sendiri yang akan menangani pasti akan ada interest dari ada mereka," ungkap Gobel.

Aktivis Gemma Mitra Vidi Ngantung  mengapresiasi kebijakan bupati Mitra yang memprioritaskan pengangguran.

"Di Mitra banyak penganggur sarjana apalagi lulusan SMA/SMK. Untuk itu sangat bagus bupati memberi kesempatan kepada para pencari kerja untuk boleh ada pendapatan. Luar biasa perhatian belau kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya. (***)

Tidak ada komentar