Breaking News

Tim URC Totosik Selamatkan Seorang Balita di Walian 1 Dari Siksaan Penjaga Anak

Katim URC Totosik Bripka Yanny Watung sedang memeluk AK alias Angel

Tomohon,CM- Sekitar pulul 21:00 Wita, Sabtu (09/3/2019), Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon menyambangi rumah Keluarga Melo-Imbang di Kelurahan Walian 1 Lingkungan IV, Kecamatan Tomohon Selatan, kota Tomohon, dikarenakan ada dugaan telah terjadi penganiayaan terhadap balita. 

Pada saat Team URC Totosik menyambangi rumah dari Keluarga Melo-Imbang, Korban balita perempuan yang berinisial AK alias Angel, berada di dalam box bayi, didapati keadaan luka memar biru di bagian belakang telinga beserta sejumlah bagian badan. Pada saat mau diangkat keluar dari tempat tidurnya Angel terlihat lemas dan ketakutan.


Katim URC Totosik Bripka Yanny Watung, kepada wartawan media ini mengatakan, "Berdasarkan informasi dari masyarakat, diduga telah terjadi penganiayaan dan kekerasan terhadap korban balita perempuan yang berinisial AK alias Angel berumur 4 tahun 6 bulan yang dilakukan oleh JI alias Jein (49). Korban merupakan anak titipan dari FK alias Frety (58) kakek dari anak balita tersebut berasal Kelurahan Titiwungen Selatan Kota manado (lorong penca), dikarenakan ayah dari anak tersebut sudah meninggal dan ibunya sudah lari," jelasnya.

Diketahui, setiap bulan JI alias Jein (49) di gaji oleh FK alias Frety (58) sebesar satu juta rupiah (Rp. 1.500.000,-) sebagai upah penjaga anak.


Sementara, Team URC Totosik telah mengamankan JI alias Jein (49) ke Mapolres Tomohon, guna dimintai keterangan. Sedangkan korban untuk sementara di bawah ketempat aman, agar tidak lagi merasa trouma atas kejadian yang dialaminya. 

Masih ditempat yang sama di sekitar lokasi, sejumlah  masyarakat mengungkapkan, bahwa benar korban dianiaya oleh JI alias Jein (49).

"Kami sering mendengar anak itu sering disiksa oleh JI alias Jein (49), kami telah berulang ulang menegurnya, tapi hanya dibalas dengan kata-kata yang menantang, bahkan ia (Jein) mengatakan walau akan dilaporkan ke polisi, ia tidak takut." terang warga yang tak mau namanya dipublikasi.

(micky)

Tidak ada komentar