Breaking News

Dinas P3A Gelar Pelatihan KHA, Wujudkan Tomohon kota Layak Anak


Tomohon,CM- Dalam rangka pemenuhan hak anak guna mendorong terwujudnya Kota Layak Anak (KLA), diperlukan pemahaman tentang Konvensi Hak Anak (KHA), sebagai dasar dalam pemenuhan hak-hak anak. Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Tomohon menggelar Pelatihan Konvensi Hak Anak, bertempat di Aula Kristianitas Walian. Rabu (20/03/19).

Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Drs. O. D. S. Mandagi  yang dalam sambutan mengatakan, pemenuhan hak anak dan mendorong terwujudnya Kota Layak Anak (KLA) diperlukan adanya pemahaman tentang Konvensi Hak Anak (KHA) sebagai dasar dalam pemenuhan hak-hak anak.

"Wacana tentang anak tidak bisa lepas dari Konvensi Hak Anak, karena konvensi inilah yang menjadi dasar bagi dunia internasional termasuk Indonesia dan Kota Tomohon pada khususnya untuk memandang permasalahan yang dihadapi anak," kata Mandagi.

Lanjutnya, "Adapun 4 prinsip umum yang terkandung dalam Konvensi Hak Anak yaitu non diskriminasi, terbaik bagi anak, yaitu hak hidup, kelangsungan hidup dan perkembangan, penghargaan terhadap pendapat anak. Tahun 2018 Kota Tomohon meraih penghargaan Kota Layak Anak dengan kategori pratama. Hal tersebut merupakan salah satu tolak ukur bahwa Pemkot Tomohon berada di jalur benar dalam hak pemenuhan anak," aku Mandagi.

Pada kesempatan itu, Mandagi juga memberikan materi mengenai Kebijakan Pemerintah Dalam Menunjang Kota Layak Anak Melalui Pemenuhan Hak Anak.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Tomohon dr. Olga Karinda, kepada sejumlah Wartawan mengatakan, bahwa pelatihan konvensi anak ini diberikan kepada semua gugus tugas kota layak anak, pihak swasta, media serta pihak swasta yang berhubungan erat dengan pemenuhan hak anak. Dan kegiatan ini sangat penting untuk membentuk suatu kota layak anak.

Ditambahkannya, saat ini juga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) sementara mengagas Gereja ramah anak. “Saya berharap anak-anak kita hidup di lingkungan yang ramah anak dan hak-hak anak dapat terpenuhi”, Ungkap Karinda.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi acuan organisasi Perangkat daerah dan sektor lainnya untuk memperhatikan hak-hak anak dalam kebijakan dan pelaksanaan program atau kegiatan sebagai cikal bakal mewujudkan Kota Tomohon menuju Kota Layak Anak.

Menjadi narasumber kegiatan ini, Fasilitator Nasional ibu DR. Ruth Umbase, M.Hum., Fasilitator Daerah Pdt. Marsel Meruntu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Kota Tomohon dr. Olga Karinda, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr. Deesje Liuw, M.BioMed, dan peserta dari Instansi Perangkat Daerah terkait, Sekolah, Tokoh Agama, dunia usaha serta lembaga dan masyarakat peduli anak. (micky)




Tidak ada komentar