Breaking News

Walikota Eman Dampingi Menristekdikti Serah Terima Binary Plant Pertama di Indonesia


Tomohon,CM- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI) Prof Mohamad Nasir PhD Ak menyambangi Kota Tomohon, dalam rangka serah terima aset Pilot Plant Binary Cycle 500 Kw, bertempat di Lapangan Panas Bumi Lahendong Klaster LHD 5. Senin (21/01).

Kunjungan Menristekdikti RI di Kota sejuk, didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey serta Walikota Tomohon Jimmy F.Eman SE.Ak, 

Pada kesempatan itu, Menristekdikti RI mengatakan, salah satu komitmen Pemerintah dalam upaya meningkatkan energi terbarukan, apalagi plening hingga 2025 berkisaran 23 persen, dan energi terbarukan sampai tahun ini baru sekitar 9 persen.

"Sampai tahun ini porsi penggunaan energi terbarukan di Indonesia baru berkisar delapan persen hingga sembilan persen renewable energy. Sehingga penggunaan energi pada 2025 bisa dicapai melalui pengembangan energi panas bumi atau geotermal, apalagi Indonesia memiliki potensi panas bumi yang bisa diolah menjadi listrik dengan kapasitas 28 ribu MW hingga 29 ribu MW." jelas Menristekdikti RI.

Menristekdikti RI mengakui, Indonesia memiliki cadangan 40% total panas bumi dari keseluruhan yang ada di dunia dan berada pada ranking ke-3. 

Sementara Walikota Eman mengatakan, Tomohon sebagai penghasil energi terbarukan di Sulut yaitu Panas Bumi, sehingga cadangan energi yang ada dapat dikelola dengan baik sehingga digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan dan kepentingan rakyat sesuai dengan amanat undang-undang. 

"Ini merupakan kebanggaan kita bersama yakni mendapatkan perhatian khusus dari BPPT, PLN dan PT Pertamina Geothermal Lahendong dalam berbagai segi untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon serta Sulawesi Utara". Tutup Walikota yang dikenal dengan nama JFE.
             
Diketahui, saat ini optimalisasi brine dan sumur idle di PLTP Lahendong yaitu Binary Plant dengan kapasitas 0,5 MW yang merupakan binary plant pertama di Indonesia hasil kerja sama antara GFZ Jerman, BPPT, PT PGE dan PT PLN (Persero) serta PLTP skala kecil atau Wellhead Power Plant dengan kapasitas 5 MW.

Serah terima PLTP ini dari Helmholtz Centre Post dan German Research Centre for Geosciences (GFZ) Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI Bara Hasibuan, Kepala BPPT Wimpie Agung Nugroho Aspar PhD, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti DR Jumain Appe, Deputi Tiem BPPT Prof DR Eniya Listiani Dewi, Rektor Unsrat Prof DR Ir Ellen Kumat MSc DEA, Rektor Unima Prof DR J P A Runtuwene MSi. (micky)

Tidak ada komentar