Breaking News

Kasus Demam Berdarah di Tomohon Meningkat, Liuw Minta Warga Lakukan 4M

Foto Ilustrasi Deman Berdarah


Tomohon,CM- Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tomohon kian meningkat, sesuai data yang dirangkum dari Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah, pada tahun 2018 sebanyak 116 orang dinyatakan positif terinfeksi yang dipicu oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti mengakibatkan 2 orang meninggal dunia.

Kasus DBD di tahun 2018 meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni pada tahun 2017 hanya 19 orang, sedangkan yang meninggal dunia 1 orang.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinkes kota Tomohon dr Deesje Liuw MBiomed melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Marten Manua.

Ia mengakui, "Pada tahun 2019 ini, pihak Dinkes Tomohon akan terus intens mengingatkan masyarakat soal masalah kebersihan akan lingkungan, yakni dengan gencar melakukan langkah preventif, mulai penyuluhan sampai pemeriksaan epidemologi (Penelitian lokasi bertumbuhnya jentik nyamuk) dengan pengasapan/fogging di dalam maupun luar rumah." jelas Manua.

Lanjutnya, "Di awal tahun 2019, kami akan  melakukan pertemuan dengan para Lurah di 44 Kelurahan se-KotaTomohon, untuk membahas terkait dengan DBD ini," aku Manua, Senin (7/1/19).

Gambar Ilustrasi

Sementara Kadis Kesehatan yang dihubungi wartawan media ini melalui pesan WhatsApp-nya di nomor 0812 2018 **** mengatakan, masyarakat kota Tomohon tetap waspada akan nyamuk yang hanya bertumbuh dan bertelur di air bersih, selain itu yang paling utama yakni kesadaran akan kebersihan lingkungan yang bersih dan sehat, Itulah cara dalam pencegahan DBD dan memerangi nyamuk Aedes Aegypti. "Masyarakat diharapkan dapat mengaplikasikan 4 M plus di lingkungan sekitar, baik didalam maupun diluar rumah. Dengan Menutup tempat penampungan air, Menguras penampungan air supaya jentik nyamuk mati, Mengubur barang bekas seperti kaleng, botol plastik atau kaca, serta Memantau benda yang dapat berpotensi bertelurnya nyamuk ini, dan Plus-nya Jangan menggantung baju di luar lemari, Memelihara ikan, Hindari gigitan nyamuk, Membubuhkan Abate. Selain itu juga dapat  memanfaatkan barang bekas menjadi berguna," Jelas Liuw.

Liuw menambahkan, pengasapan atau foging, bukan satu-satunya cara untuk pemberantasan penyakit DBD. Cara paling utama adalah penerapan pola 3M plus. Sebab, foging itu racun.

"Foging tetap beresiko terhadap kesehatan tubuh manusia dan pastinya ada polusi. Jadi, diingatkan lagi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan bersih dengan pola 3M plus. Untuk itu, marilah kita bersama menjaga kebersihan lingkungan sehingga Kota Tomohon terbebas dari DBD," tutup Liuw. (micky)



Tidak ada komentar