Breaking News

Vaksin MR Berpolemik, Liuw: Imunisasi Direstui MUI



Tomohon,CM- Pemerintah Pusat melalui Kementerian RI telah melakukan imunisasi Measles Rubella (MR), yang diperuntukkan untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, yang dilaksanakan pada Agustus hingga September 2018 ini.

Namun disejumlah daerah di Indonesia imunisasi Measles Rubella (MR) ini telah menuai polemik akan status vaksin diduga tidak halal oleh sejumlah pihak.

Begitu juga halnya yang terjadi di Kota Tomohon. Beberapa waktu, salah satu oknum guru di Sekolah Dasar (SD) di Tomohon secara terang-terangan mengajak siswa untuk tidak boleh ikut melakukan imunisasi Measles Rubella (MR), tanpa sepengetahuan pimpinan sekolah.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr Deesje Liuw MBiomed mengatakan, Vaksin ini untuk mencegah penyakit measles (campak) dan Rubella, yang diperuntukkan untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

"Di Kota Tomohon per- 5 September 2018 pelaksanaan Imunisasi ini telah sampai kurang lebih 70 sekian persen. Kami akan memacu kinerja agar boleh mencapai 100%." aku Liuw, Jumat (14/9).

Dijelaskannya terkait polemik akan pemberian Imunisasi ini, "Kami telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Sulawesi Utara (Sulut) terkait kehalalan vaksin ini. Dalam pertemuan itu, MUI Sulut mengatakan pemberian imunisasi ini dibolehkan (Muba) berdasarkan surat Fatwa dari MUI Pusat yang ditandatangani di Jakarta oleh Ketua Umum MUI Prof DR KH Ma'Ruf Amin dan pengurusan lainnya, pertanggal 20 Agustus 2018 M/ Dzulhijjah 1339 H." beber Liuw.

Lanjutnya, "Imunisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terkena penyakit tersebut, nantinya tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Untuk itu kami harapkan adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam mensukseskan program dari pemerintah pusat sampai daerah khususnya." harap Liuw. 

Ditambahkannya, "Terkait di salah satu oknum guru di Sekolah Dasar (SD) di Tomohon secara terang-terangan mengajak siswa untuk tidak boleh ikut melakukan imunisasi Measles Rubella (MR), tanpa sepengetahuan pimpinan sekolah, kami serahkan ke dinas terkait, yang pasti pelaksanaan Imunisasi di Kota Tomohon diterima oleh masyarakat serta berjalan lancar dan sukses." Tutup Liuw. (micky)