Breaking News

Jelang Pemilu 2019, 1.800 Masyarakat Tomohon Terancam Tidak Memilih



Tomohon,CM-Pemilihan umum (Pemilu) 2019 sudah semakin dekat, namun di Kota Tomohon ini belum seratus persen warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau melakukan perekaman. Padahal perekaman KTP ini menjadi acuan dalam proses Pemilu nanti.

Di Kota Tomohon sedikitnya ada 1800 lebih warga wajib ikut serta dalam pemilu nanti belum melakukan perekaman KTP.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tomohon meminta bagi tiap warga yang telah wajib pilih untuk melakukan perekaman elektronik KTP. Jika tidak mempunyai nomor induk kependudukan, pada proses pemilihan nanti tidak dapat menggunakan hak pilihnya dalam pesta Demokrasi.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Tomohon Albert Yani Tulus SH, yang disambangi di ruangannya mengakui sekitar 1800 lebih warga kota Tomohon yang wajib pilih, belum melakukan perekaman.

"Bila sampai tengat waktu 31 Desember 2018 nanti kesempatan diberikan terhadap warga wajib pilih belum juga melakukan perekaman e-ktp, maka akan dibekukan identitas dalam pemilih", tegas Tulus, beberapa hari lalu.

Tulus meminta kepada pihak pemerintah Kelurahan hingga aparat di lingkungan untuk pro aktif mendorong warga masyarakat untuk yang melakukan perekaman. 

Dikatakan lagi, "Untuk data warga yang belum merekam sudah disampaikan ke pihak kelurahan, bahkan kami akan turun ke kelurahan sampai ke sekolah khususnya SMA/SMK di Kota Tomohon", aku Tulus.

Ia menambahkan untuk blanko KTP cukup beberapa bulan kedepan, masih ada kurang lebih 4000 keping. (micky)