Breaking News

DBD Serang Tomohon, Dinkes Ajak Masyarakat Waspada

Kabid P3KL Marten Manua dan Sekretaris Dinkes Tomohon Djoni P Kereh, SKM M.Kes (Foto Ist)

Tomohon,CM- Kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Multidimensi kian meningkat, sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Tomohon sebanyak 46 orang dinyatakan positif terinfeksi yang dipicu oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinkes kota Tomohon dr Deesje Liuw MBiomed diwakili oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Djoni P Kereh, SKM M.Kes, dan didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Marten Manua.

Kereh mengungkapkan, dari jumlah 46 orang yang dinyatakan positif terinfeksi penyakit DBD, tersebar di 5 Kecamatan se-Kota Tomohon khususnya di 7 wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

"Di Kota Tomohon tidak ada kasus Kematian yang ada hanya kejadian akibat penyakit DBD, memang dari Januari sampai 20 Agustus 2018 ini meningkat hingga 46 orang, dibandingkan di tahun 2017 berjumlah 16 orang." aku Kereh.

Terkait dengan hal ini, pihak Dinkes Tomohon intens mengingatkan masyarakat soal kebersihan lingkungan, apalagi cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu pihaknya juga gencar melakukan langkah preventif, mulai dengan penyuluhan sampai pemeriksaan epidemologi (Penelitian lokasi bertumbuhnya jentik nyamuk) dengan pengasapan/fogging.

"Kami telah melakukan pertemuan lintas sektor di 5 Kecamatan se-KotaTomohon, yakni terkait dengan penyakit DBD ini." ucap Kereh.

Putra Asli Kinilow ini mengungkapkan, paling utama kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan yang bersih dan sehat, Itulah cara dalam pencegahan DBD dan memerangi nyamuk Aedes Aegypti.

"Masyarakat dapat mengaplikasikan 3 M plus di lingkungan sekitar, baik didalam maupun diluar rumah. Dengan menutup tempat penampungan air, menguras penampungan air supaya jentik nyamuk mati, mengubur barang bekas seperti kaleng, botol plastik atau kaca, serta benda yang dapat berpotensi bertelurnya nyamuk ini. Selain itu dapat  memanfaatkan barang bekas menjadi berguna." harap Kereh.

Petugas Kesehatan melakukan fogging disalah satu Kelurahan di kota Tomohon (Foto ist)


Lanjutnya, pengasapan atau foging, bukan satu-satunya cara pemberantasan penyakit DBD. Cara paling utama adalah penerapan pola 3M plus. Sebab, foging itu racun.

"Apa pun manfaatnya, foging tetap beresiko terhadap kesehatan tubuh manusia dan pastinya ada polusi. Jadi, diingatkan lagi kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan bersih dengan pola 3M plus. Marilah kita jaga bersama kebersihan lingkungan sehingga Kota Tomohon terbebas dari DBD," pungkas Kereh di ruang kerjanya, Rabu (29/8), sembari mengajak masyarakat.

Diketahui, DBD disebabkan virus yang ditularkan nyamuk aedea aegypti ke manusia melalui gigitan. Nyamuk jenis ini bukan bertumbuh di air kotor. Melainkan bertelur di air jernih. Khusus di Kota Religi ini, kejadian DBD terbanyak terdapat di Kecamatan Tomohon Tengah. (micky)



Tidak ada komentar