Breaking News

Tim Kampanye JS-JL Sesalkan Panwas Mitra Tidak Tegas Tindaki Pelanggaran

(Foto ist)
CahayaManado.co.id, MITRA - Tim Kampanye James Sumendap dan Jocke legi, menyebut Panitia Pengawas Pilkada Kabupaten Mitra tidak paham aturan.

"Peraturan KPU Nomor 4  Tahun 2017, sangat jelas mengatur tentang kampanye Pasangan Calon yang didalamnya terbagi dalam beberapa poin kampanye termasuk salah satunya Alat Peraga Kampanye (APK)," kata Hendra Paat salah satu Tim Kampanye, Senin (14/5).

Menurutnya, sangat jelas yang diatur oleh PKPU yaitu kampanye Calon Kepala Daerah, yang tentunya juga diakui oleh KPU. Ketika dalam konstestasi Pilkada ini hanya ada satu pasangan calon, maka mekanisme pilkada sah diikuti oleh Pasangan Calon Tunggal. Sehingga untuk Kolom Kosong (Koko) otomatis tidak boleh berkampanye karena tidak diatur dalam PKPU. Apabila koko berkampanye, termasuk memasang baliho ajakan itu tidak dibolehkan.

"Sehingga seharusnya Panwas sigap dalam mengambil sikap. Yang terjadi malah Panwas lebih membiarkan APK koko terpasang," jelas Paat.

Ditambahkannya, sebelumnya Panwas bersama Pemkab sudah menertibkan Baliho-baliho koko yang terpasang. Itu karena adanya proses temuan oleh panwas dan berdasarkan laporan tim kampanye. Namun, setelahnya tim koko memasang lagi APK mengganti yang sudah ditertibkan. Itu terjadi terus menerus, dan bahkan saat ini Panwas hanya membiarkan dengan alasan Baliho tersebut dipasang dihalaman rumah pribadi warga, dan itu dibolehkan.

"Ini menurut saya, semacam pembodohan juga ke Masyarakat berkaitan aturan," lanjutnya.

Dikatakannya seperti diketahui, bahwa sudah beberapa kali ditegaskan Bawaslu RI dan KPU dalam beberapa agenda Rakor Pengawasan, bahwa yang yang berhak memasang Baliho (APK) yaitu pasangan calon. Sedangkan untuk koko dilarang. Karena mereka hanya bisa sebatas sosialisasi. Apabila sosialisasi tersebut dalam bentuk baliho disertai ajakan tidak boleh. Itu yang disampaikam Bawaslu RI.

"Herannya kenapa Panwas Mitra masih membiarkan, cara kerja panwas sebetulnya seperti apa?
Landasan aturan mengenai pemasangan baliho koko yang diiyakan Panwas, kok tidak ada. Apakah Panwas sudah membuat aturan sendiri?" Katanya.

Sampai saat ini Tim Pasangan Calon mengikuti semua tahapan kampanye sesuai Peraturan KPU. Sehingga apabila ada oknum-oknum yang sengaja berjalan tidak sesuai aturan dan bahkan dibiarkan oleh Panwas sudah pasti sangat bertentangan. Dan Tim Kampanye sudah pasti tidak akan membiarkan kontestasi pilkada mitra ini semena-mena.

"Kami prinsipnya sangat menghargai kinerja Panwas. Namun apabila ada hal yang bertentangan dengan aturan seharusnya Panwas dengan sigap menindaki hal demikian," tukasnya.(rl)

Tidak ada komentar