Breaking News

Seriusi Perlindungan Anak, Pansus DPRD Tomohon Konsultasi di Kemendikbud RI



Tomohon,CM-Panitia Khusus (Pansus) Ranperda tentang Perlindungan Anak DPRD Kota Tomohon Melaksanakan Konsultasi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) yang dipimpin oleh wakil ketua DPRD Carol Senduk SH bersama Youddy Moningka Sip, didampingi Syenni Supit (wakil ketua pansus) Cherly Mantiri SH (sekretaris) anggota pansus, Harun Lululangi, Katherina Polii SPi, Dortje Mandagi, dan sekretaris DPRD Fransiskus Lantang SSTP juga Kadis PPA kota Tomohon, dr Olga Karinda dan diterima ibu Erna Sumarni (Kasubdit Sarana Prasarana), pak Anwar (Kasi Program). 

Konsultasi ini, Sebagai tindakan nyata perlindungan anak, pemkot Tomohon bersama DPRD yang sementara melakukan pembahasan dan perampungan Ranperda perlindungan anak, karena  anak merupakan aset bangsa yang memang sepantasnya harus dilindungi,  mereka adalah generasi penerus masa depan bangsa dan negara yang didalamnya termasuk kota Tomohon, maka dari itu pemerintah daerah memberikan perlindungan kepada anak dan mengupayakan terpenuhinya hak-hak anak. 

Sementara Senduk selaku pimpinan rombongan Konsultasi mengatakan, "Adapun Konsultasi kali ini dalam rangka pansus mendapatkan tambahan pemahaman serta informasi dalam rangka pembahasan serta penyelesaian Ranperda ini khususnya yang berhubungan dengan pendidikan dan kebudayaan agar perda ini benar-benar mendatangkan manfaat untuk masyarakat Tomohon" ujarnya.

Selain itu menurut Cherly Mantiri penyelenggaraan Perlindungan Anak di Daerah bertujuan "1. mencegah segala bentuk Kekerasan, Eksploitasi, Penelantaran, dan Perlakuan Salah Terhadap Anak; 2.melakukan upaya Pengurangan Risiko terjadinya Kekerasan, Eksploitasi, Penelantaran, dan Perlakuan Salah Terhadap Anak" kata Mantiri.

Pada kesempatan tersebut, Katherina Polii menambahkan Perda ini juga nanti bertujuan "melakukan penanganan terhadap Anak sebagai korban, Anak sebagai pelaku, anak sebagai saksi atas Kekerasan, Eksploitasi, Penelantaran, dan Perlakuan Salah; terlebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya Pencegahan, Pengurangan Risiko, dan Penanganan terhadap segala bentuk Kekerasan dan diskriminasi anak" aku Polii. (micky)

Tidak ada komentar