Breaking News

Pertanyakan Partai Penghalang, DPRD Tomohon Desak Revisi UU Terorisme Segera Disahkan



Tomohon,CM-Guna memberantas Teroris  di Bumi Pertiwi, Pemerintah Pusat telah mengajukan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme untuk direvisi kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, sejak bulan Februari 2016 yang lalu, namun hingga saat ini masih terganjal di tahap pembahasan di DPR.

Dari 10 Partai di DPR RI, Partai Gerindra, PKS dan PAN menolak rencana pemerintah merevisi Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, padahal Pengeboman terjadi di beberapa tempat, banyak korban meninggal dan luka berjatuhan, yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Beberapa hari lalu, Presiden RI Ir Joko Widodo juga telah meminta kepada DPR dan kementerian-kementerian, untuk segera Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme diselesaikan secepatnya, yakni dalam masa sidang pada 18 Mei yang akan datang. Jika belum juga selesai maka Presiden akan mengeluarkan Perrpu.

Dukungan sejumlah masyarakat datang dari seluruh  Tanaj air Indonesia, agar segera merevisi Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang terorisme yang telah terganjal, harus segera disahkan, khususnya datang dari masyarakat Kota Religius, yang diwakili oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Miky JL Wenur.

"Kami masyarakat bersama DPRD Kota Tomohon mendukung Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan bapak Presiden Ir Joko Widodo untuk mendesak segera, agar Revisi Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 Undangan-undang terorisme disahkan." aku Wenur yang dihubungi media ini. Senin, (14/5).

Lanjutnya, ini sudah Urgent, telah menggangu stabilitas negara,  Jika sejumlah Partai yang menghalang-halangi Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang terorisme ini, mereka patut dipertanyakan

"Partai yang menghalang-halangi tidak memikirkan stabilitas negara, kepentingan politik itu harus dikesampingkan dulu, yang paling utama adalah kepentingan masyarakat." tutup Srikandi Kota Tomohon ini. (micky)

Tidak ada komentar