Breaking News

Pemkot 'Jamah' Warga Kurang Mampu Dengan Sembako & RTLH



Tomohon,CM-Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Sosial memberikan bantuan sembako dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga kurang mampu di sejumlah Kelurahan yang ada di kota Tomohon diantaranya Kamasi, Matani Tiga dan Paslaten dua, Sabtu (27/1/18).

Pemberian bantuan ini sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No. 1 Tahun 2011. Dimana, pemerintah bertanggung jawab dalam hal pemenuhan kebutuhan warga, salah satunya rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE,Ak memberikan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni kepada keluarga B Tumiwa-Karundeng di kelurahan Paslaten 2, Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) menyerahkan kepada keluarga Melo-Pangalila di kelurahan Kamasi, serta Sekretaris Kota Tomohon  Harold  Lolowang, M.Sc, M.Th menyerahkan kepada Keluarga ibu janda Marie Tiwow di Kelurahan Matani 3. Masing-masing mendapatkan bantuan 10 Juta dalam bentuk bahan bangunan serta bahan sembako.

Dalam kesempatan ini, Walikota Tomohon Eman diwakili oleh Wawali SAS menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Dinas Sosial Pemkot Tomohon dalam memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah penduduk tidak layak huni dan bahan sembako.

“Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi untuk meningkatkan harkat dan martabat, mutu kehidupan dan penghidupan dalam mencerminkan kepribadian,’’ujar SAS.

Menurutnya, penyebab terjadinya rumah tidak layak huni ini disebabkan karena masih kurangnya kemampuan daya beli masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Untuk itu, pemerintah memberikan bantuan rehabilitasi guna mengatasi masalah tersebut.

Upaya rehabilitasi rumah tidak layak huni ini kata SAS, setidaknya dapat memberikan kontribusi secara langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia mengharapkan, dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat saat ini. Disamping itu, menjadi motivasi bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni, sehingga dapat berkurang secara bertahap.

“Mudah-mudahan bermanfaat dan dapat membantu kehidupan masyarakat walaupun tidak banyak,” tutupnya. (micky)




Tidak ada komentar