Breaking News

Calon Tunggal di Pilkada Mitra, Sulut Mencerminkan Parpol Miskin Kader

JAS Direketur E-MC Sulut
Catatan UPDATE ELECTION
Oleh: Johnny Alexander Suak

TERDAFTARNYA calon tunggal di Pilkada Minahasa Tenggara (Mitra) Sulawesi Utara (Sulut) James Sumendap SH dan Drs Joke Legi (JS-Oke) pada hari Senin,  8 Januari 2018 kemarin di KPU  Mitra  yang merupakan petahana dan Bupati Minahasa Tenggara  dinilai sebagai kemunduran berpolitik dan berdemokrasi sehingga mencerminkan Partai Politik di Minahasa Tenggara miskin kader sehingga memunculkan calon tunggal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa partai politik belum mampu  menyiapkan kadernya dalam mengikuti kontestasi politik di kabupaten Mitra. Demokrasi seperti ini tidak sehat, elite politik kita belum siap berkompetisi dan belum siap untuk kalah.

Kondisi seperti ini justru tidak memberikan pendidikan politik yang baik untuk warga Minahasa Tenggara. Elite partai politik dinilai menunjukkan sifat pragmatis yang tidak siap kalah dalam kontestasi politik pilkada.

Dari sisi masyarakat, selama ini mungkin warga Minahasa Tenggara  belum siap berpolitik dan masih melihat petahana sebagai yang terbaik. Ini menunjukkan bahwa ada keterbatasan akses warga untuk mendapatkan informasi yang berimbang.

Untuk itu kedepan partai politik harus membuka akses-akses seperti sosialisasi dan promosi politik kepada masyarakat. Elemen yang  didorong untuk sosialisasi partisipasi masyarakat selain Parpol yaitu  media lokal dan organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat harus bahu membahu.

Namun fenomena calon tunggal di Pilkada Mitra adalah yang pertama kali dalam sejarah perhelatan pilkada  di provinsi Sulut. Ini membuktikan bahwa JS sang PETAHANA sebagai aktor tunggal di Pilkada Mitra telah dapat mempengaruhi  sebagian besar ELIT PARPOL untuk mengusung dan mendukungnya tercermin 25 Anggota Dewan di Kabupaten Mitra tinggal 1anggota dewan yaitu dari partai nasdem yang tidak mendukung.  Sehingga  menuru saya , calon petahana tersebut memang memiliki prestasi dan kinerja baik, dan petahana sebagai calon Bupati Mitra sangat mengakar pengaruhnya

Namun fenomena Parpol di Mitra yg miskin kader ini, menurut saya selain tidak sehat bagi demokrasi dan pendidikan politik warga Kabupaten Minahasa Tenggara.  Partai Politik, telah gagal menciptakan dan mendidik calon pemimpin.(rl)

Tidak ada komentar