Breaking News

Sekot Lolowang Buka Kegiatan SDIDTK dan MTBS, Digelar Oleh Dinkes Tomohon


Tomohon,CM-Sekretaris daerah Kota (Sekdakot) Tomohon Ir. H.V. Lolowang, M.Sc mewakili Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman membuka secara resmi kegiatan Review Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) bagi tenaga kesehatan di Kota Tomohon yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Kesehatan di Tulip Inn Paslaten I Tomohon  Rabu-Jumat, 22-24 November 2017
Dalam sambutannya Lolowang mengatakan bahwa pembangunan kesehatan sebagai bagian dari membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih dalam kandungan.
“Upaya kesehatan ibu yang dilakukan sebelum dan semasa hamil hingga melahirkan ditujukan untuk menghasilkan keturunan yang sehat dan lahir dengan selamat dan upaya kesehatan yang dilakukan sejak anak masih dalam kandungan sampai lima tahun pertama kehidupannya ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus untuk meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal baik fisik, mental, emosional maupun sosial,” kata Lolowang.
“Selain SDIDTK yang tujuannya untuk deteksi dini tumbuh kembang pada anak, perlu juga dilakukan suatu pendekatan yang terintegrasi atau terpadu dalam tatalaksana balita sakit dengan fokus pada kesehatan anak usia 0-5 tahun secara menyeluruh dalam suatu bentuk manajemen terpadu balita sakit atau MTBS,” tambah Lolowang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon Deesje V Liuw, M.Biomed mengatakan kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dengan peserta terdiri dari tenaga puskesmas dan rumah sakit di Kota Tomohon berjumlah 43 orang. Dengan tujuan agar tenaga kesehatan diharapkan mampu trampil dalam melakukan stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang pada anak dan pelaksanaan manajemen terpadu balita sakit.
“Tujuan berikutnya adalah terselenggaranya kegiatan stimulasi tumbuh kembang, deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang, intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah dan rujukan terhadap kasus kekerasan terhadap anak yang tak bisa ditangani oleh puskesmas serta untuk mengetahui masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan MTBS,” kata dr. Liuw.
Dalam pemaparan materi yang disampaikan oleh Lolowang dijelaskan bahwa otak orang dewasa berbeda dengan otak balita. Otak balita lebih plastis, plastisitas otak pada balita mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya otak balita lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengkayaan. Sisi negatifnya otak balita lebih peka terhadap lingkungan utamanya, lingkungan yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak adekuat, kurang stimulasi dan tidak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.
Pada kegiatan ini para narasumber membawakan materi-materi yang berkaitan dengan SDIDTK dan MTBS dengan narasumber adalah dari unsur Pemerintah Kota Tomohon Ir. H.V. Lolowang, M.Sc, unsur dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri dari :

1. dr. Shirley J. Palit, M.Kes (Staf Fungsional)

2. Karlyn Pandi, SKM (Staf Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi)

3. Yeanne S. Sarimin, SKM, MPH (Staf Dinkes)

4. dr. Arista Wowor, M.Kes (Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi)

Unsur Dokter Spesialis Anak dr. Kristellina Tirtamulia, S.pA
Pada kegiatan ini juga dilakukan simulasi cara melakukan stimulasi, deteksi dan intervensi penyimpangan tumbuh kembang pada anak.
Panitia kegiatan terdiri dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Promosi Kesehatan Moudy S. Pusung, S.Kep, Ns, M.Kes selaku ketua panitia, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Ellen Timmerman, S.Kep, Ns, M.Kes selaku Sekretaris Panitia dan Ainy M. Pakasi, Amd.Keb selaku Anggota Panitia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Promosi Kesehatan Benny Purba, SKM, Kepala Seksi Pelayanan Gizi dan Usila Kristy Najoan, S.Kep, Ns, M.Kes, Staf Seksi Promkes Srirahayu, Amd.Kep dan Staf Seksi Pelayanan Gizi dan Usila Nensy Rorimpandey, S.Kep. (micky)

Tidak ada komentar