Breaking News

Dikenal Sebagai Pasar 'Ekstrim', Satgas SDA-LN Kejagung RI Cek Satwa Yang di Jual



Tomohon,CahayaManado.co.id- Pasar Beriman Kota Tomohon atau yang dikenal dengan pasar "Ekstrim" selalu dilirik oleh turis mancanegara maupun lokal, karena menjual berbagai macam Satwa yang tidak biasa dikonsumsi pada umumnya.

Kali ini pada hari jumat (29/10) lalu rombongan Peserta "In House Training" Peningkatan Kapasitas Penuntut Umum Dalam Penanganan Perkara Perdagangan Satwa Yang di Lindungi dari unsur Kejaksaan se-Sulawesi Utara, melakukan kunjungan di Pasar Beriman yang bisa dikenal Pasar Ekstrim ini.

Dalam kunjungan tersebut, dipimpin langsung oleh Koordinator pada Jampidum selaku Kepala Satuan Tugas SDA-LN Kejagung R.I Ricardo Sitinjak, SH.MH. bersama Wildlife Crime Unit Program Manager WCS Irma Herawaty, SS, SH.

Pada kunjungan tersebut, rombongan langsung disambut serta didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Muh. Noor, HK, SH, MH yang tidak lama lagi akan pindah menjabat sebagai Kajari Pasuruan di Jawa Timur turut didampingi Kasi inteljen wilke Rabeta SH,MH  dan kasi Datun Windhu Sugiarto SH MH bersama jajarannya dan juga Direktur Utama PD. Pasar Beriman Kota Tomohon James Rotikan SE.

Maksud kunjungan tersebut adalah untuk melihat seperti apa Pasar Ekstrim yang sudah sangat terkenal dikalangan wisatawan nusantara yang berkunjung di Kota Tomohon, karena menjual berbagai satwa liar yang tidak umum dikonsumsi oleh masyarakat, seperti tikus, hutan, anjing, kelelawar, babi hutan, kucing, bahkan ular piton.

Hasil kunjungan tersebut tidak ditemukan perdagangan satwa yang dilindungi seperti Monyet dll. Menurut penjelasan dari Direktur Utama James Rotikan, “sejak tahun ini sudah tidak diperkenankan lagi untuk menjual satwa yang dilindungi, karena jelas melanggar UU mengenai perdagangan satwa liar”, terangnya.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Muh. Noor, HK, SH, MH pun berharap, “kami sangat mengapresiasi Masyarakat Tomohon yang mana sudah sadar Hukum karena sudah tidak ada lagi penjualan satwa liar yang dilindungi UU untuk  dijadikan bahan konsumsi masyarakat, karena akan berdampak salah satunya adalah merusak ekosistem yang ada” tutup Noor. (micky)

Tidak ada komentar