Breaking News

Ratusan Mahasiswa UKIT "Tolak" Kebijakan Para Petinggi Yayasan AZR Wenas.

Tomohon, CahayaManado.co.id – Ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) kembali melakukan demonstrasi terkait kebijakan para petinggi Yayasan AZR Wenas, dalam penunjukan Pelaksana Tugas Rektor Sandra Korua. Selasa, (05/7).

Sekjen Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) UKIT Valdo Woruntu yang jadi pemimpin orasi menyebut Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) jangan cuci tangan dengan membiarkan masalah ini berlarut-larut. Hal ini pun turut ditegaskan beberapa orator. Menurut Woruntu yang menjadi korban dari permasalahan ini adalah para mahasiswa sendiri.

Dari selebaran yang dibagikan saat demo, ada lima point penting yang diserukan para mahasiswa yakni:

1. Tetap mendukung Yopie A T Pangemanan sebagai Rektor UKIT yang sah sampai 2019
2. Menolak sehaa bentuk kebijakan Badan Pengurus Yayasan GMIM Ds AZR Wenas yang tidak sesuai dengan UU dan Peraturan yang berlaku
3. Menolak Plt Rektor dan segala bentuk kebijakan yang merupakam produk Plt Rektor dan segala bentuk kebijakan yang merupakan produk Plt Rektot termasuk pengangkatan pimpinan di aras Rektorat, Fakultas dan Program Studi
4. Mendesak BMPS GMIM untuk tidak berpolemik dan menjadi bagian dalam permasalahan yang ditimbulkn oleh Badan Pengurus Yayasan GMIM Ds AZR Wenas di lingkungan UKIT
5. Mendesak kepada Badan Pembina Yayasan untuk mengevaluasi Badan Pengurus Yayasan GMIM Ds AZR Wenas yang telah menghadirkan polemik baru di lingkungan UKIT dan merugikan banyak pihak termasuk mahasiswa

Namun teriakan mahasiswa ini tak mendapat respon dari para petinggi Sinode GMIM meski mereka sudah masuk ke halaman kantor. Para pejabat GMIM tak ada yang mau menemui mahasiswa.

Sementara itu Rektor Yopie Pangemanan yang diwakili Wakil Rektor I, Erens Sangeloran yang dikonfirmasi wartawan di kampus Talete menyebut aksi demo tersebut merupakan gelisahan mahasiswa terkait suasana kampus yang tidak kondusif lantaran kebijakan Yayasan AZR Wenas yang selalu mengganti Rektor, namun tak sesuai aturan yang berlaku.

“Perlu publik ketahui, status UKIT sesuai keputusan Kemendikti adalah dalam status pembinaan yang merupakan sangsi karena Sinode GMIM dan Yayasan AZR Wenas tak melaksanakan keputusan Kemendikti pada tanggal 30 Mei 2017 agar menyelesaikan permasalahan UKIT dalam jangka waktu 3 minggu,” jelas Sangeloran.

Jadi tegasnya, penunjukan Sandra Korua sebagai Plt Rektor takkan bisa mematahkan keputusan Kemendikti.

“Selanjutnya soal Statuta produk dari yayasan Wenas pun sudah ditolak oleh Kemendikti pada tanggal yang sama,” tegas Sangeloran.

Termasuk proses penunjukan Plt Rektor, Dekan, Senat dan pejabat lainnya tak sesuai aturan.

“Saat ini kami masih melakukan tugas di kampus yang saat ini mahasiswa akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Semuanya masih berjalan normal dan tak terpengaruh dengan penunjukan Plt Rektor,” tukas Sangeloran.terkait
kebijakan para petinggi Yayasam AZR Wenas, Rabu (05/07/2017) siang. Hal utama yang ditentang adalah penunjukan Pelaksana Tugas Rektor Sandra Korua.

Sekjen Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) UKIT Valdo Woruntu yang jadi pemimpin orasi menyebut Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) jangan cuci tangan dengan membiarkan masalah ini berlarut-larut. Hal ini pun turut ditegaskan beberapa orator. Menurut Woruntu yang menjadi korban dari permasalahan ini adalah para mahasiswa sendiri.

Dari selebaran yang dibagikan saat demo, ada lima point penting yang diserukan para mahasiswa yakni:

1. Tetap mendukung Yopie A T Pangemanan sebagai Rektor UKIT yang sah sampai 2019
2. Menolak sehaa bentuk kebijakan Badan Pengurus Yayasan GMIM Ds AZR Wenas yang tidak sesuai dengan UU dan Peraturan yang berlaku
3. Menolak Plt Rektor dan segala bentuk kebijakan yang merupakam produk Plt Rektor dan segala bentuk kebijakan yang merupakan produk Plt Rektot termasuk pengangkatan pimpinan di aras Rektorat, Fakultas dan Program Studi
4. Mendesak BMPS GMIM untuk tidak berpolemik dan menjadi bagian dalam permasalahan yang ditimbulkn oleh Badan Pengurus Yayasan GMIM Ds AZR Wenas di lingkungan UKIT
5. Mendesak kepada Badan Pembina Yayasan untuk mengevaluasi Badan Pengurus Yayasan GMIM Ds AZR Wenas yang telah menghadirkan polemik baru di lingkungan UKIT dan merugikan banyak pihak termasuk mahasiswa

Namun teriakan mahasiswa ini tak mendapat respon dari para petinggi Sinode GMIM meski mereka sudah masuk ke halaman kantor. Para pejabat GMIM tak ada yang mau menemui mahasiswa.

Sementara itu Rektor Yopie Pangemanan yang diwakili Wakil Rektor I, Erens Sangeloran yang dikonfirmasi wartawan di kampus Talete menyebut aksi demo tersebut merupakan gelisahan mahasiswa terkait suasana kampus yang tidak kondusif lantaran kebijakan Yayasan AZR Wenas yang selalu mengganti Rektor, namun tak sesuai aturan yang berlaku.

“Perlu publik ketahui, status UKIT sesuai keputusan Kemendikti adalah dalam status pembinaan yang merupakan sangsi karena Sinode GMIM dan Yayasan AZR Wenas tak melaksanakan keputusan Kemendikti pada tanggal 30 Mei 2017 agar menyelesaikan permasalahan UKIT dalam jangka waktu 3 minggu,” jelas Sangeloran.

Jadi tegasnya, penunjukan Sandra Korua sebagai Plt Rektor takkan bisa mematahkan keputusan Kemendikti.

“Selanjutnya soal Statuta produk dari yayasan Wenas pun sudah ditolak oleh Kemendikti pada tanggal yang sama,” tegas Sangeloran.

Termasuk proses penunjukan Plt Rektor, Dekan, Senat dan pejabat lainnya tak sesuai aturan.

“Saat ini kami masih melakukan tugas di kampus yang saat ini mahasiswa akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Semuanya masih berjalan normal dan tak terpengaruh dengan penunjukan Plt Rektor,” tukas Sangeloran. (micky)

Tidak ada komentar