Breaking News

Tunjangan Lansia, Dinsos Vs Capil Bersaing Data Akurat

[caption id="attachment_6921" align="aligncenter" width="600"] (FOTO:IST)[/caption]

CahayaManado.co.id, RATAHAN – Tunjangan bagi Lanjut Usia (Lansia) program Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) masih terkendala data akurat oleh  Dinas Sosial Mitra.


Kadis Sosial Mitra, Fenggy Wurangian menegaskan data dari Disdukcapil Mitra akan diverifikasi karena masih banyak yang ganda.


“Data Capil yang masuk 9000an akan diverifikasi. Karena data perekaman misalnya di Desa A terdaftar dia pergi ke desa B,” ungkapnya.


Menurutnya tugas verifikasi adalah tugas Dinsos jika masih  terdapat calon penerima bantuan yang tidak di data oleh Disdukcapil.


“Ada yang lewat dari data Disdukcapil kita masukan. Untuk penerima realisasi bantuan tinggal tunggu petunjuk bupati kapan semester pertama Rp500 ribu semester kedua rp500 ribu,” tegasnya ditemui dikantornya, Senin (3/4).


Sementara Kepala Disdukcapil Mitra David Lalandos MM menyatakan data yang diserahkan ke Dinsos Desember 2016 sudah dikonfirmasi di desa-desa.


“Kami verifikasi di desa-desa bersama hukum tua dan perangkat serta ada berita acaranya sebagai antisipasi jangan sampai menerima bantuan tidak ada di database,” tegasnya.


Dirinya menegaskan penerima bantuan diluar data Capil bisa bermasalah.


“Misalnya Juknis keluar persyaratan mereka harus ber KTP, KK dan di  database. Harus cermat memverifikasi karena masih banyak data pendudukdomisili 4-5 tahun di Mitra tapi data mereka diluar Mitra. Itu berbahaya,” ungkapnya.


Ditambahkan, kalau tidak terdata tidak bisa sembarang isi si calon penerima bantuan.


“Bupati selalu bilang si penerima bantuan adalah orang Minahasa Tenggara. Kalau Dinsos data tidak terdaftar di database siapa yang bayar.


Menurutnya,  kalau ganda memang tidak bisa dipungkiri kemungkinan ada. Tapi jangan lupa nama yang sama dalam satu desa atau di luar desa bisa saja tidak ganda karena nama sama dengan orang yang berbeda


“Usul saya kalau penerima bantuan sebaiknya ber-KTP karena jika ber-KTP susah ganda dan pasti tidak akan ganda menerima bantuan,” kata Lalandos.


Menurutnya saat ini dari data Capil data Lansia sudah dikurangkan orang mati 7800 sangat jauh dengan apa yang dikatakan dinas sosial 9000an.


“Paling tinggi presentase 1 persen ketambahan didata yang kami berikan ke Dinsos  Desember 2016. Yang berbahaya calon penerima menganggap sebagai penerima namun tidak ada di database,” tukasnya.(rl)

Tidak ada komentar