Breaking News

KNPI Sulut Ikut Sukseskan Pekan Kerukunan Nasional yang Dihadiri Wapres

[caption id="attachment_7405" align="aligncenter" width="526"] Jackson Kumaat, Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara[/caption]

CahayaManado.co.id/Manado - Tensi politik ditarik pada ranah pertarungan Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA) yang berpotensi memecah-belah kerukunan rakyat Indonesia, ternyata sekali lagi itu hanyalah kebutuhan isu-isu politik pemenangan kandidat kepala daerah semata.

Hal senada juga disampaikan Jackson Andre William Kumaat, Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut) yang dengan tegas memaparkan pentingnya persatuan, membebaskan diri dari penyanderaan isu-isu yang bersifat mendisintegrasi rakyat dan bangsa.

''Mari sudahi sudah gotok-gotokan akibat Pilkada DKI Jakarta, karena momentum sudah selesai. Kemudian, di yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta juga murni persaingan politik, tidak ada yang namanya pertarungan suku, agama dan antar golongan, rakyat Jakarta paham betul bahwa inilah realitas politik yang begitu naik tensi politiknya. Jangan terjebak dengan isu-isu sektarian bahwa Anies-Sandi menang berarti Habib Rizik berkuasa,'' tutur Jacko sapaan akrab Kumaat, Jumat (21/4) di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Jackson menuturkan bahwa kerukunan wajib dijalankan elemen rakyat, terutama hal tersebut akan dicontohkan warga Sulawesi Utara atas kerja keras dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey – Steven Kandouw (Gubernur dan Wakil Gubernur) Sulut.

”Kita warga Sulawesi Utara berada pada garda terdepan dalam membina kerukunan, melalui kegiatan Pekan Kerukunan Nasional yang akan dibuka Minggu (23/4) oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Hi. Jusuf Kalla (JK) merupakan upaya sadar rakyat Sulut dan terlebih pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mendorong yang namanya kerukunan. Kita melawan yang namanya perpecahan, konflik dan hal-hal yang mengusik perdamaian secara nasional, termasuk elemen organisasi kepemudaan di Sulut yang dipelopori langsung DPD KNPI Sulut, dan DPP KNPI pada umumnya,'' kata Kumaat.

(Femmy)

Tidak ada komentar