Breaking News

Gubernur Sulut 'Pantau' UNBK di Kota Tomohon, JFE-SAS Berharap PLN Support Penuh.

Tomohon, CahayaManado.co.id – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) serentak dilaksanakan mulai dari tanggal 10-13 April 2017. Di Kota Tomohon, peserta SMA yang mengikuti ujian nasional sebanyak 1.147 siswa, dan untuk peserta SMA yang mengikuti UNBK sebanyak 872 siswa, sedangkan UNKP sebanyak 275 siswa.

Pada hari pertama pelaksanaan UNBK Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak didampingi Wakil Walikota Syerly Adelyn Sompotan (SAS), bersama dengan anggota DPD RI Ir. Stefanus B. Liow, Ketua DPRD Kota Tomohon Ir. Miky L.Wenur, Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. H.Lolowang, M.Sc dan Kadis Pedidikan Daerah DR. Dolvin Karwur, M.Si meninjau langsung pelaksanaan ujian di tiga sekolah di Kota Tomohon yakni SMA Kristen (SMAKER) 1 Tomohon dilanjutkan ke SMA Katolik Nicolaus Lokon dan SMA Negeri I (SMANSA) Tomohon. Senin, (10/4).

Tepatnya pukul 07.00 Wita Walikota melakukan teleconference dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey,SE bertempat di SMA Kristen (SMAKER) I Tomohon. Dalam laporannya kepada Gubernur terkait pelaksanaan ujian UNBK dan UNKP di Tomohon. Eman mengatakan bahwa ujian nasional di Tomohon berjalan lancar.

Sementara Gubernur Sulut memberikan apresiasi yang tinggi kepada wali kota dan jajaran atas kesiapan pelaksanaan UN di Kota Tomohon saat ini. Pada kesempatan itu juga Gubernur menjanjikan di tahun depan akan memberikan bantuan fasilitas- fasilitas penunjang dalam pelaksanaan ujian di Kota Tomohon.

Selanjutnya, Walikota saat meninjau para siswa peserta ujian berpesan agar menjaga kesehatan dan selalu berdoa minta tuntunan Tuhan sebelum melaksanakan ujian.

“Saat membaca soal dan mengisi jawaban agar lebih teliti dan jangan malu untuk bertanya kepada para panitia ujian apabila ada sesuatu hal yang kurang dimengerti.” Ujar Walikota.

Semoga dalam pelaksanaan ujian ini tidak ada kendala-kendala, terutama listrik maupun server, sebab jika mengalami gangguan akan sangat berpengaruh pada jalannya ujian saat ini.

“Harapan saya kepada seluruh masyarakat terutama siswa dan penyelenggara pendidikan, kiranya pelaksanaan ujian berbasis komputer ini boleh mendapat perhatian khusus, selain itu semoga dukungan sepenuhnya dari PLN, dengan tidak melakukan pemadaman listrik, karena faktor kesediaan listrik sangat mempengaruhi pelaksanaan ujian ini.” Harap Walikota.

(micky)

 

Tidak ada komentar