Breaking News

Soal Keamanan Watuliney, Demonstran: Tidak Jamin, Asisten 1: Jamin Dululah

[caption id="attachment_6759" align="aligncenter" width="630"] Pengunjuk rasa warga Watuliney saat berunjuk rasa di kantor Bupati Mitra.(foto:red)[/caption]

CahayaManado.co.id, RATAHAN – Puluhan warga Watuliney mendatangi kantor Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar unjuk rasa terkait Surat Keputusan (SK) pengaktifan kembali Hukum Tua Watuliney Max Manampiring oleh Pemkab Mitra, yang jika tidak ada aral melintang akan diserahterimakan, Kamis (30/3) esok.


Dengan menggunakan dua kendaraan beroda empat jenis pickup dan beberapa kendaraan bermotor demonstran pertama mendatangi kantor PMD dan diterima Sekretaris Dinas Rommy Mewengkang berhubung Kadis sedang tugas luar. Selanjutnya mereka mendatangi kantor bupati dan diterima Asisten 1 Setdakab Mitra, Gotlieb Mamahit, Kasat Pol PP Jani Rolos, Kabag Hukum Roy Lumingas.


Mereka kemudian menyampaikan keluhan mereka tidak menerima pengaktifan kembali Max Manampiing sebagai Hukum Tua dengan alasan amoral, penipuan, arogan dan tidak adil dalam kepemimpinannya.


“Asalkan jangan dia (max,red) kami terima kata warga. Jika dia diaktifkan kembali akan ada kekacauan dan pertumpahan darah dan tidak jamin keamanan,” kata pengunjuk rasa.


Salah satu pengunjuk rasa, Max Adrian mantan Ketua BPD  Watuliney menegaskan soal keamanan asal belum ada pergantian hukum tua dijamin Watuliney akan aman.


“Misalnya ada dari pemkab pegawai yang Plt atau kecamatan juga boleh. Tapi kalau pak Max Manampiring diaktifkan kembali keamanan saya tidak Jamin. Atau pemilihan ulang. Saya orang Watuliney saya tahu masyarakat. Kalau perlu pemilihan ulang siapa yang jadi,!” ungkapnya.


Sementara Asisten 1 Gotlieb Mamahit menjelaskan kepada warga agar memproses hukum untuk membuktikan kesalahan hukum tua.


 “Silahkan proses hukum kalau informasi cabul  dan masyarakat bertanggungjawab ketika ada pelaporan. Persoalan ini kan persoalan hukum, lapor ke polsek dan Polres dan kalau terbukti kita akan copot si max,” katanya.


Menurut Mamahit pemerintahan yang sudah dikeluarkan SK jalan saja soal aspirasi akan ditampung.


“Pokoknya jalan saja pemerintahan dalam artian sudah serahkan SK kepada Max kemarin. Jalankan dulu pemerintahan sekarang sudah SK bupati tetapi soal kemudian apa itu aspirasi tetap kami tampung untuk kemudian ambil keputusan kembali seperti apa,” katanya.


Dikatakan soal ancaman warga sebetulnya tidak ada.”Kami terima aspirasi apa maunya soal keputusan soal kemudian. Sebetulnya yang mengamankan diri sendiri dari pihak yang bapak Adrian (pengunjuk rasa,red) tidak masalah. Saya Berharap jamin dululah (keamanan,red),” pintanya.


Sementara Max Manampiring saat dikonfirmasi via handphone menyatakan akan menghubungi kembali karena sedang berada di kantor.


"Nanti saya telpon balik nanti ketemu, sekarang saya lagi di kantor," katanya. Namun hingga berita ini diturunkan tidak dihubungi sesuai janjinya.(RL)

Tidak ada komentar