Breaking News

SK Bupati Tercoreng, Camat Tombatu Tidak Manusiawi 'Gergaji' Upah Honorer

 

[caption id="attachment_6533" align="alignleft" width="200"] Hesky Kumesan
Camat Tombatu. (Foto:ist)[/caption]

CahayaManado.co.id, RATAHAN - Camat Tombatu Hesky Kumesan disinyalir tidak adil memperlakukan pegawai honorer. Pasalnya ia diduga memangkas upah kerja dan melakukan pemecatan kepada Honorer yang notabene Surat Keputusan (SK) ditandatangani Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap, Selasa (21/03).

Kefin Gosal Honorer yang dipecat mengatakan bahwa apa yang dilakukan Camat sepihak. "Belum ada surat peringatan saya langsung diberhentikan," ujarnya.

Menurutnya hal tersebut buntut dari pemotongan gaji yang tidak ia terima. "Dia (Camat) mau potong gaji tapi saya tidak mau makanya saya dipecat," ujarnya lagi.

Honorer yang bekerja sebagai supir pribadi Camat ini mengatakan pemotongan tak ia setujui dikarenakan masih memiliki banyak tuntutan kebutuhan sehingga terasa berat. "Dia bilang nanti dia saja yang bawah mobil, sedangkan Bupati katakan semua pejabat harus punya supir," ungkapnya.

Hesky Kumesan Camat Tombatu saat dikonfirmasi via handphone mengatakan bahwa bukan pemotongan namun sebagian akan diserahkan langsung olehnya. "Waktu itu bendahara serahkan Rp 2 juta lalu sisanya nanti bertemu langsung dengan saya. Sebab ia banyak lalai terhadap saya jadi bukan pemotongan," ungkapnya.

Ia juga membantah jika terjadi pemecatan terhadap honorer tersebut. "Saya tidak pernah pecat, kan hari Sabtu saya suru ambil mobil sampai Minggu tak datang dan sudah tak muncul lagi, jadi bukan dipecat," tandasnya.

Menurut Jantje Tompunu salah satu tokoh masyarakat Mitra jika benar camat Tombatu tidak memberi upah yang layak dan memecat secara sepihak dirinya melakukan tindakan tidak manusiawi dan profesional dan hal ini mencoreng SK bupati.

" Perilakunya tidak manusiawi apalagi honorer dengan SK bupati, karena upah sudah ditata pada APBD sama sekali tidak diambil dari uang pribadi camat. Untuk apa dia potong upah sebagai pimpinan seharusnya melakukan pembinaan," ungkapnya.(rl)

 

Tidak ada komentar