Breaking News

LAM & BEM UKIT "Tuntut" Ganti Ketua Yayasan Serta Tolak Plt Rektor.

TOMOHON, CahayaManado.co.id – Pendidikan di Kota Tomohon kembali tercoreng, akibat perselisihan antara pihak pengurus Yayasan Gmim, Ds. A.Z.R Wenas dengan Pihak pengurus Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT).

Perselisihan ini terjadi dikarenakan Pihak Yayasan, telah mengeluarkan serta mengangkat Pelaksana Tugas Rektor UKIT yakni DR. Ir. Sandra Korua, M.Si dengan tidak sesuai dengan Statuta, tidak mendasar, selain itu tidak melalui rapat.

Hal tersebut, juga di tolak oleh mahasiswa-mahasiswi yang disampaikan 6 (Enam) Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas se- UKIT bersama dengan Lembaga Advokasi Mahasiswa (LAM) UKIT melalui konferensi pers yang di laksanakan di gedung Rektorat UKIT, Jalan Kuranga, Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon Tengah. Selasa, (07/03).

“Kami seluruh mahasiswa beserta mahasiswi dengan tegas menyataan sikap menolak PLT Rektor UKIT yang di keluarkan oleh yayasan AZR Wenas karena tidak sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku dalam STATUTA UKIT." Aku Jemmy Timbuleng selaku ketua Tim Lembaga Advokasi Mahasiswa (LAM) UKIT.

Lanjut Timbuleng, “Yayasan Gmim, Ds. A.Z.R Wenas telah melanggar STATUTA UKIT Paragraf 5 Pasal 47 Ayat 6, 7 ,24 , dan 25, yang berbunyi:

Ayat 6 - Rektor UKIT diangkat dan diberhentikan oleh badan pengurus Yayasan Gmim, Ds. A.Z.R Wenas berdasarkan usulan senat Universitas.

Ayat 7 - Pemberhentian Rektor sebelum masa jabatan berakhir dilakukan oleh badan pengurus Yayasan Gmim, Ds. A.Z.R Wenas, dengan usulan senat Universitas.

Ayat 24 - Bila Rektor berhalangan tidak tetap, salah satu Wakil Rektor bertindak sebagai Pelaksana Harian (Laksari) Rektor yang ditunjuk oleh Rektor.

Ayat 25 - Apabila rektor berhalangan tetap maka jabatan Rektor dijabat sementara oleh Wakil Rektor Bidang Akademik sampai ditetapkan Rektor Definitif.

Sehingga kami akan melayangkan surat protes yang ditujukan kepada Kopertis Wil IX Indonesia Timur untuk dapat di tindak lanjuti” Ujarnya.

Timbuleng menambahkan, “Kami siap menempuh jalur Hukum, Jika tidak bisa, dengan kesepakatan dan kekompakan bersama, akan ada People Power atau pergerakan massa. Pada intinya, kami Perwakilan Mahasiswa ini ingin mempertahankan Rektor Yopie Pangemanan, SPd, MM hingga tahun 2019, karena sudah terbukti banyak prestasi yang telah dihasilkan bahkan di Indonesia Timur, UKIT paling banyak mengeluarkan Sertifikasi dosen, juga sangat berperan dalam proses penyatuan UKIT, terlebih kebangkitan UKIT sebagai salah satu perguruan Tinggi yang dipercayakan masyarakat untuk menjadikan tempat menempuh Pendidikan” Tambahnya.

Sementara para perwakilan BEM Fakultas UKIT lainnya menuntut agar Ketua yayasan diberhentikan dan meminta kepada Pihak Pembina yakni Sinode Gmim untuk meninjau kembali. Selain itu mereka juga berharap, jangan ada permainan dalam perselisihan ini. (Micky).

Tidak ada komentar