Breaking News

Antisipasi Permainan "Tengkulak", Korem 131/Santiago, "Kawal" Hasil Panen Petani.

MANADO, CahayaManado.co.id - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama dengan TNI-AD sangat fokus untuk mensejahterakan rakyat Indonesia melalui Swasembada Pangan Nasional.

Guna terwujudnya target tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) RI Dr. Ir. Amran Sulaiman, MP, mengharapkan peran aktif para Babinsa membantu penyerapan gabah para petani, agar tidak jatuh ke tangan tengkulak melainkan ke Badan Urusan Logistik (Bulog), sehingga harga gabah menjadi stabil.

“Saya menginstruksikan kepada Bulog agar dapat bersinergi dengan Babinsa yang berada di garis terdepan dalam menyerap gabah dari petani," Tegasnya kepada para Babinsa disaat kunjungan kerja (Kunker) di Desa Samberan Kecamatan Kanor, serta panen raya, pengecekan penyerapan beras dan gabah di wilayah kerja Bulog Subdrive III, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Rabu, (8/3).

Sebagaimana Instruksi Mentan Dr. Ir. Amran Sulaiman. MP, langsung ditindaklanjuti Komando Resort Militer (Korem) 131/Santiago.

Kepada Wartawan Media ini, Brigjen TNI Sulaiman Agusto, S.Ip MM mengatakan bahwa Korem 131/Santiago telah menginstruksikan kepada para Dandim yang dilanjutkan ke Babinsa se-Sulawesi Utara dan Gorontalo agar mengawal hasil panen milik petani sebagai bentuk ikut menyukseskan program pemerintah di bidang swasembada pangan.

"Babinsa akan terus mengawasi pencegahan penyimpangan karena terindikasi sangat rentan dilakukan pihak tertentu, termasuk mengantisipasi permainan tengkulak." jelas Agusto.

Terpisah, Kasiter Korem 131/Santiago Letkol Inf Saripuddin, S.Ip juga menyampaikan bahwa sesuai Koordinasi dengan Kabulog Divre Sulut & Gorontalo, Taufan bahwa Gudang Bulog siap melayani di hari Sabtu dan Minggu.

"Kami telah sampaikan kepada para Dandim untuk berkoordinasi langsung dengan Bulog Kabupaten/Kota dan menginformasikan kepada para Petani," tutup Saripuddin.

Perlu diketahui, Bulog Divre Sulut dan Gorontalo menargetkan pembelian beras sebanyak 75.000 ton untuk tahun 2017. (Micky).

Tidak ada komentar