Breaking News

Indikasi Pengaruh JS Masih Kuat, Lawan Pakai Strategi Pembunuhan Karakter

[caption id="attachment_6152" align="alignleft" width="223"] James Sumendap SH
Bupati Mitra.(foto:dok)[/caption]

CahayaManado.co.id, RATAHAN – Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa Tenggara (Mitra)  2018 yang sudah di depan mata sudah menjadi perbincangan umum. Menariknya berdasarkan berbagai sumber yang dihimpun di media sosial dan masyarakat paling banyak diperbincangkan adalah skema dan arah politik petahana kedepan, yakni peluang dan tantangan incumbent James Sumendap SH (JS) menuju kursi Panas 01 Mitra 2018-2023.

Bertolak dari itu diskusi Jurnalis Intelektual Mitra (JIM) 24 Februari 2017 ini mengambil tema ‘Peluang dan Tantangan JS Pilkada 2018’ dengan maksud hasil diskusi menjadi sumber referensi JS maupun lawan politik kedepan.

“Diskusi ini akan dianggap sangat penting sebagai solusi politik dan strategi bagi JS maupun lawan politik yang mulai bermunculan. Sebut saja tampak kepermukaan saat ini dr. Elly Lasut (E2L) dan istrinya eks bupati Mitra Telly Tjanggulung SE (T2) juga Ronald Kandoli (RK) Wabub Mitra saat ini,” ungkap Ketua JIM, Valdy Suak, SH.

Menurutnya, Kehadiran bakal calon lawan politik yang mulai muncul mulai menjadi masalah bagi pemerintahan Sumendap karena seiring dengan itu juga mulai muncul isu-isu tidak sedap baginya yang sangat berdampak pada atribusi masyarakat.

“JS harus waspadai opini masyarakat jangan sampai bulat terbentuk dengan isu negatif karena berdampak terganggunya hubungan baik dengan masyarakat. Serangan isu negatif merupakan kewajaran dalam dunia politik dimana calon kompetitif memainkan perannya untuk mendongkrak kefiguran untuk menjatuhkan lawannya,” ungkapnya.

Menurut Suak, dari hasil diskusi JIM didapati indikator peluang besar pemenang Pilkada masih berpihak ke JS dilihat dari posisi program maupun strategi politik yang dipersiapkan. Namun juga incumbent punya tantangan yang harus dituntaskan.

Untuk di Mitra disimpulkan masalah paling besar untuk diatasi oleh JS adalah pembunuhan karakter baik itu pribadi bupati dan jajarannya maupun program-program pembangunan dan sosial kemasyarakatan.

“Solusi selesaikan masalah sebelum masalah membuat masalah, dengan meng-cover isu di Medsos dan masyarakat. Tentu jika itu berlangsung di medsos harus di lawan di medsos dan jika itu di masyarakat harus lawan di masyarakat serta melumpuhkan gerakan lawan, sejauh ini langkah cepat JS mengantisipasi sangat tepat dengan isu-isu berkembang,” tandasnya.

Peluang / Kekuatan JS Sambut Pilkada 2018

  1. Opini WTP, jadi isu terbaik untuk memperjelas posisi pemerintahan Mitra yang good governor

  2. Pengangkatan 10 Staf Khusus yang baru saja diangkat sangat berpengaruh karena ketokohannya

  3. Isu Pembangunan, isu pembangunan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga pembangunan JS dianggap oleh banyak kalangan merupakan pembangunan pro rakyat dan konsisten

  4. Organisasi sayap LJS, Komando, JSC, Genmud

  5. Kerukunan Keluarga Langoy dan Kerukunan Keluarga Sumendap

  6. ASN, kinerja ASN semakin baik dan tertib adminitrasi

  7. Tunjangan naik, perhatian JS terhadap tunjangan ASN akan memmbuat simpati bawahan meningkat tajam.

  8. Hukum Tua dan Perangkat Desa, perhatian JS terhadap pemerintahan desa dalam pembangunan dan pengelolaan keuangan makin membuat dirinya akrab dan disegani, belum lagi perhatiannya terhadap tunjangan hukum tua dan perangkat desa

  9. Tunjangan Lansia, walau dianggap sebagian kalangan tidak terlalu tinggi jumlahnya namun sudah tersosialisasi dengan baik jika Pemkab menyesuaikan dengan anggaran APBD, perhatiannya terhadap lansia akan banyak berpengaruh dalam mendulang suara

  10. Pemimpin/ Tokoh agama Kristen dan Muslim, perhatiannya kepada pemimpin agama adalah salah satu indicator utama dalam mendulang suara, dimana masyarakat mitra hamper 100 persen menganut agama dan mereka sangat segan dengan pimpinan agamanya

  11. Keluarga berduka, perhatian JS terhadap keluarga berduka luar biasa dengan bantuan yang tidak tanggung-tanggung mencapai Rp 7 juta, dapat dipastikan penerima bantuan ini akan sulit berpindah figure karena JS telah terbukti memberikan bantuan dengan jumlah besar.

  12. Pedagang pasar, perhatian kepada pedagang sangat berpengaruh dimana hamper semua warga Mitra bersentuhan dengan kegiatan pasar. Dan pembangunan pasar yang representative serta pro pedagang sangat mendukung elektabilitasnya belum lagi digratiskan retribusi bagi pedagang selama 6 bulan.

  13. Fakir miskin, sejauh ini JS adalah actor penentang kemiskinan dirinya berambisi bahwa di Mitra tidak ada orang miskin yang ada malas, sehingga program pemberdayaan ditingkatkan, temasuk pembangunan rumah-rumah warga yang dianggap tidak layak melalui dinas perumahan rakyat.

  14. Nelayan penerima bantuan bangunan rumah maupun perbaikan

  15. Supremasi hokum/ aturan adanya saber Pungli, hal ini membuktikan kepada masyarakat JS anti korupsi dan tidak main-main dalam pelayanan masyarakat.


INDIKATOR TANTANGAN / ANCAMAN

  1. Isu negatif yang mulai muncul merupakan alat ampuh merusak ketokohan JS. Hal ini adalah pembunuhan karakter yakni isu negatif berkembang belum dapat dibuktikan baik di isu media sosial maupun isu dalam masyarakat. Sebagian tercover dan sebagian besar tidak ini sangat berbahaya jika dibiarkan lama kelamaan bisa menjadi bola salju yang semakin membesar

  2. Figur lawan politik, lawan politik yang memiliki ketokohan di Mitra serta memiliki daya dan dana tim, serta jaringan ke masyarakat dengan karakter yang disukai adalah ancaman yang harus segera diantisipasi. (RL)

Tidak ada komentar