Breaking News

Gas Elpiji 3 KG di Kota Tomohon “Langka”, Ini Jawaban Pemkot.

 

 

TOMOHON, CahayaManado.co.id ~ Masyarakat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) mulai merasakan kesulitan mendapatkan bahan bakar gas bersubsidi Elpiji 3 kilogram (Kg), salah satunya di Kelurahan Tara-tara, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon.

Sesuai pantauan wartawan media ini, Puluhan masyarakat  mengantri gas Elpiji disalah satu pangkalan yang ada di Kelurahan Tara-tara sudah mencapai dengan jarak tujuh meter. Kamis, (09/2).

Kepada wartawan salah satu masyarakat menyampaikan agar Pemerintah Tomohon memperhatikan hal ini. "kami sangat berharap agar pemerintah Kota Tomohon memperhatikan kelangkaan Gas Elpiji yang terjadi saat ini, pasalnya kelangkaan Gas di sini sudah berlangsung lama.” Ujarnya dan meminta agar namanya tidak di publikasikan.

Sementara mewakili Pemerintah Kota Tomohon, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkot Tomohon, Harny B Korompis, SE saat di konfirmasi terkait kelangkaan gas di Kota Tomohon mengatakan, pendistribusian Gas dibeberapa titik pangkalan yang ada di Kota Tomohon terjadi penundaan karena kapal pengangkut masih dalam perjalanan.

“Keterlambatan jadwal tiba di Pelabuhan Bitung dikarenakan faktor cuaca yang dan adanya gelombang besar di perairan Tagulandang, seperti yang diinformasikan pihak Pertamina ke pihak salah satu Agen yang ada di Kota Tomohon” kata Korompis.

Lanjutnya, “ Diperkirakan kemarin sore kapal pengangkut Gas akan berlabuh dan selanjutnya di distribusikan ke stasium pengisian setempat. Dipastikan tadi malam telah di distribusi, gas bersubsidi sudah ada di Tomohon namun stok terbatas.” Aku Korompis.

Ia berharap, rumah tangga yang menggunakan gas Elpiji bersubsidi 3 Kg adalah masyarakat kurang mampu atau yang berpenghasilan 1.5 perbulan , sedangkan rumah tangga atau masyarakat menengah ke atas atau yang  berpenghasilan  minimal 2 juta keatas perbulan contonya PNS, Pengsaha, restoran, dan Hotel menggunakan gas Elpiji Non Subsidi 5 Kg ataupun 12 Kg. Kunci Korompis. (MR)