Breaking News

Gandeng Pemkot Tomohon, Kementerian PP-PA Sosialisasikan PKDRT.





Cahayamanado.com,(Tomohon)- Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tomohon mengadakan Sosialiasi  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga(PKDRT) bertempat di Aula Bukit Inspirasi(ABI) Tomohon Sabtu (19/11).

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Dr Venneta Ryekerens Danes MSc PhD saat memberikan arahan mengatakan " Momentum ini patut kita syukuri untuk membicarakan persoalan kekerasan dalam rumah tangga, fakta dan sejarah telah membuktikan bahwa Kota Tomohon sebagai bagian integral Provinsi Sulawesi Utara memiliki banyak keistimewaan, banyak prestasi pembangunan telah dicapai, banyak penghargaan telah dianugerahkan. Namun demikian kita tidak bisa menutup mata bahwa dalm konteks Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT)  masyarakat Kota Tomohon tidak secara otomatis steril dan terhindar dari pengaruh global, regional, nasional maupun lokal. Oleh karena itu upaya pencegahan KDRT perlu terus menerus dilakukan dengan mempertajam segmen masyarakat yang menjadi kelompok sasaran". kata Danes.

"Kasus KDRT yang dulu dianggap mitos dan persoalan pribadi, kini menjadi fakta dan realita dalam kehidupan rumah tangga. Dengan berlakunya Undang-undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) UU PDKRT) maka persoalan KDRT ini menjadi domain publik. Saya berkeyakinan mata rantai KDRT dapat dipotong bila komunitas muda-mudi sebagai calon ibu dan calon ayah dalam rumah tangga diberikan pemahaman, pengetahuan dan peran yang signifikan dalam penghapusan KDRT." ungkap Danes.

Sementara, Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dalam sambutannya "Pemerintah Kota Tomohon berterimakasih kepada Kementerian PP PA telah memilih Tomohon dari 7 Kota diantara 563 Kabupaten/Kota se Indonesia yang menjadi sasaran kegiatan ini, nantinya  juga dari pihak Kementerian boleh  menopang pemerintahan Kota Tomohon dalam memajukan Kota terlebih Republik Indonesia yang kita cintai ini. Untuk diketahui juga bahwa  di jajaran Pemerintah Kota Tomohon  lebih dari 30% adalah perempuan ini adalah salah satu apresiasi kami kepada perempuan untuk dapat berperan aktif dalam membangun bersama Kota Tomohon." ujar Eman.

"Saya mengharapkan kepada adik-adik sekalian peserta sosialisasi Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga nantinya boleh menjadi agen-agen untuk menyampaikan kepada teman-teman di sekolah, kampus, maupun dimana saja mengenai ilmu yang didapatkan saat ini. Rumah tangga tanpa kekerasan merupakan rumah tangga yang tangguh dimana pasangan dalm rumah tangga tersebut mempraktikan gaya hidup sensitive gender yaitu gaya hidup tanpa kekerasan, tanpa diskriminasi, saling menghargai, bersikap terbuka dan jujur, menerima pasangan apa adanya tanpa membandingkan dengan pasangan atau orang lain." Harap Eman.

Selain itu, Kepala Badan Keluar Berencana dan Perlindungan Perempuan Kota Tomohon Ir Corry Caroles saat membacakan laporan kegiatan mengatakan "tujuan sosialasi ini untuk memberi informasi dan pemahaman kepada peserta pentingnya pencegahan KDRT sejak dini dan ketahan keluarga dalam pencegahan KDRT." Tutup Caroles.

Hadir dalam kegiatan ini Staf Khusus Deputi Bidamg Perlindungan Hak Perempuan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bapak Fernandes, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak provinsi Sulawesi Utara Ir Erni Tumundo MSi, siswa-siswi SMP-SMA se Kota Tomohon, pemuda-pemudi Kota Tomohon, serta juga Mahasiswa dan jajaran pemerintah Kota Tomohon. (Micky).

Tidak ada komentar