Breaking News

Rekreasi Berujung Maut, Suami-Istri Tewas Tenggelam di Pantai Hais





Pasutri yang meninggal  dalam tragedi di Pantai Hais. (foto:ist)

CahayaManado.com,  RATAHAN
Dukacita mendalam dialami keluarga Poluan-Mariati di desa Mundung Kecamatan
Tombatu Timur pasalnya anak dan menantu terkasih mereka mengalami nasib naas yakni
sepasang suami istri Agung Poluan dan Fitri Koyong. menjadi korban tewas tenggalam di
Pantai Hais, Minggu (07/8), sore.





Ratusan orang yang terkejut dari desa Mundung dan sekitarnya,
saudara dan kerabat korban melayat silih berganti masuk lorong pendidikan tempat
kediaman korban untuk memberi penghiburan.





Menurut informasi warga, dengan maksud rekreasi kedua korban yang beranak satu, putri berusia sekira 3 tahun yang tidak dibawa (dititip asuh ibu mereka) bersama sejumlah kerabat berangkat dari desa Mundung Kecamatan Tombatu
Timur  menuju pantai Hais





Keduanya kemudian mandi di pantai menggunakan bambu sebagai
penopang namun tak sadar karena keasyikan didatangi ombak yang besar. Sekejap keduanya
pun digulung ombak dan terseret arus ke tengah dan tak bisa kembali ke tepi pantai.
Keduanya sempat berteriak minta tolong, namun naas bagi istri Agung karena
tidak kuat terlepas dari bambu pe


nopang. Agung (suami,red) selamat bermaksud menolong
istrinya malah ikut terseret  arus dan turut menjadi korban.


Sejumlah pengunjung yang juga berada di lokasi berupaya melakukan
pertolongan namun sayangnya, upaya mereka tak mampu menyelamatkan nyawa kedua
korban.





Yang pigi ambe korban
adalah anak remaja yang tau berenang.
Upaya pertolongan pertama setelah di
tepi pantai tidak efektif. Agung sempat bernafas namun istrinya sudah meninggal
saat dibawa ke tepi pantai ,” kata sejumlah warga.





Kapolsek Belang Iptu M Hamadi membenarkan adanya kejadian
tersebut. 


Hamadi menduga, korban tidak mahir berenang, sehingga kesulitan
untuk kembali ke darat saat terseret ombak. 





“Keterangan beberapa saksi mata, saat bermain di pantai korban
berpegangan pada bambu. Tapi karena dihantam ombak besar, pegangan dua korban
ini terlepas dan terseret ombak jauh ke tengah,” kata Hamadi.





Ditambahkannya, saat dievakuasi, kedua korban yang sudah dalam
kondisi lemas. Oleh warga dan anggota Polsek Belang, kedua korban langsung
dilarikan ke Puskesmas Molompar untuk mendapat pertolongan, namun sayangnya
nyawa korban tak tertolong lagi.



Jenazah akan dimakamkan pada Senin (8/8) pukul 13.00 Wita di kediaman orang tuanya
desa Mundung.(rl)

1 komentar: